Pendidikan Indonesia kembali tercoreng dengan kejadian miris yang dialami para siswa SD juara olimpiade dari Nunukan. Ternyata amplop yang harusnya diisi uang Rp 500.000 sebagai bentuk apresiasi kosong.
Dikutip dari kompas(6/5/2018)
Pada Hardiknas 2 Mei 2017 lalu, Agus Setiansyah, warga Kabupaten Nunukan, mengeluhkan amplop kosong yang diterima adiknya belum cair hingga setahun sejak diberikan. Sebagai juara 1 Olimpiade Sains tingkat Kabupaten Nunukan tahun 2017, pemerintah daerah memberikan uang pembinaan sebesar Rp 500.000 saat upacara Hardiknas. Namun saat amplop dibuka isinya tidak ada alias kosong. Agus kemudian mengeluhkan soal amplop kosong tersebut ke media sosial.
Ternyata dari pengakuan bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid, kondisi ini disebabkan pemotongan anggaran dinas pendidikan. Akibatnya para siswa berpestasi Indonesia di Nunukan merasa di-php dengan bentuk apresiasi yang tidak kunjung turun.
Sungguh miris, inikah cermin pendidikan Indonesia? Apakah banyaknya keteledoran administrasi membuat para juara OSN merasa kurang diapresiasi dan bahkan dianggap tidak penting prestasinya?
baca sumber

